Penelitian ini membahas isu inti mengenai pengawasan yang belum optimal dan upaya anti-korupsi di pemerintah daerah, yang seringkali disebabkan oleh alokasi anggaran yang tidak memadai untuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi APIP. Secara spesifik, terdapat disparitas yang mencolok antara target dan realisasi aktual anggaran pengawasan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan sumber daya manusia APIP dan efektivitas anggaran pengawasan terhadap capaian kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengambil sampel bertujuan dari 35 personel APIP di Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semua instrumen penelitian valid dan reliabel. Meskipun asumsi normalitas tidak terpenuhi, data lolos uji multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan hubungan linier yang kuat dan positif antara pengelolaan sumber daya manusia APIP, efektivitas anggaran pengawasan, dan kinerja Inspektorat, dengan 58,4% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh faktor-faktor ini. Meskipun terdapat kendala anggaran, kinerja Inspektorat tetap tinggi, yang mengindikasikan adanya strategi mitigasi internal yang efektif.
Copyrights © 2025