Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan kinerja keberlanjutan dan leverage terhadap stabilitas keuangan perusahaan sektor kesehatan sub-sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan 12 perusahaan farmasi. Jumlah sampel sebanyak 12 perusahaan yang dipilih didapat dari teknik pengambilan purposive sampling, dari total populasi sebanyak 23 perusahaan, sehingga diperoleh 36 data pengamatan selama tiga tahun masa penelitian. Variabel independen meliputi pengungkapan kinerja keberlanjutan (diukur dengan Global Reporting Initiative) dan leverage (diukur dengan Debt to Equity Ratio), sedangkan variabel dependen adalah stabilitas keuangan (diukur dengan Return on Assets). Pengolahan data ini menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan kinerja keberlanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas keuangan, yang mengindikasikan bahwa praktik transparansi dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan ketahanan finansial perusahaan. Sebaliknya, leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap stabilitas keuangan, menunjukkan bahwa struktur modal yang tinggi tidak menjadi penentu utama dalam stabilitas keuangan perusahaan farmasi pasca pandemi. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap stabilitas keuangan, meskipun hanya menjelaskan 17,7% variasi stabilitas keuangan. Implikasi penelitian ini menyarankan perusahaan untuk meningkatkan pengungkapan kinerja keberlanjutan sebagai strategi memperkuat stabilitas keuangan, sementara investor disarankan mempertimbangkan faktor keberlanjutan dalam pengambilan keputusan investasi.
Copyrights © 2025