Produktivitas kopi robusta di desa penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) masih terhitung rendah, namun tidak sedikit petani dalam meningkatkan hasil produksinya seringkali memperluas lahan kopinya hingga masuk ke dalam kawasan TNBBS. Pelatihan Good Agricultural Practice (GAP) kopi robusta yang dilaksanakan di Desa Suka Banjar II Ujung Rembun merupakan upaya pengelolaan kawasan konservasi melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat desa penyangga TNBBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap pelatihan GAP serta pengaruh pelatihan GAP dalam meningkatkan produktivitas kopi robusta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 49 responden yaitu anggota kelompok tani yang dipilih secara acak. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa petani responden memiliki persepsi yang positif terhadap pelatihan GAP. Analisis jalur dengan Structural Equation Modeling (SEM)-Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa pelatihan GAP memiliki pengaruh tidak langsung terhadap peningkatan produktivitas kopi robusta melalui kompetensi petani sebagai variabel mediasi.
Copyrights © 2025