Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan probiotik lokal yang dikombinasikan dengan pakan komersil terhadap kualitas air, efisiensi pakan, dan pertumbuhan ikan, serta untuk menganalisis status keberlanjutan dan strategi pengelolaan berdasarkan pendekatan Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH). Penelitian dilakukan di perairan Pulau Setokok, Batam, dengan menggunakan pendekatan survei dan analisis deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara, diskusi kelompok terarah (FGD), serta observasi langsung pada lima unit usaha budidaya. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur terkait. Analisis status keberlanjutan dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan RAPFISH yang mencakup dimensi ekologi, sosial, ekonomi, teknologi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya T. blochii pada tahap pendederan tergolong cukup berkelanjutan, dengan dimensi ekologi sebagai penopang utama, sedangkan dimensi sosial menjadi aspek yang paling lemah dan perlu mendapat perhatian. Penerapan probiotik lokal terbukti mampu meningkatkan kualitas air dengan menurunkan konsentrasi amonia dan nitrit, meningkatkan efisiensi pakan, serta mendorong pertumbuhan ikan yang lebih optimal. Strategi peningkatan keberlanjutan mencakup edukasi dan pelatihan pembudidaya, adopsi teknologi budidaya ramah lingkungan seperti monitoring kualitas air real-time dan penggunaan pakan efisien, serta penguatan kelembagaan dan regulasi.
Copyrights © 2025