Prevalensi gangguan kecemasan pada menopause di Jawa Tengah sebanyak 14%. Kecemasan dapat menyebabkan menopause menjadi gelisah, sering mengalami perubahan suasana hati, menjadi terlalu emosional jika tidak ditangani, mengembangkan gangguan kecemasan atau depresi. Pengobatan non-farmakologis sangat dianjurkan untuk mengobati kecemasan tanpa meningkatkan risiko efek samping secara signifikan. Aromaterapi lavender adalah salah satu metode tersebut. Linalool, komponen aktif utama, dianggap bertanggung jawab atas efek lavender yang menenangkan (anti-kecemasan). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada wanita menopause di Posbindu Karya Sakti Desa Jatijajar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain one-group pre-test post-test design. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam menganalisis data secara bivariat, pengujian data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test dengan software SPSS. Hasil uji SPSS diperoleh nilai p-value sebesar 0,002. Hasil tersebut bernilai kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender sebesar 0,65. Kesimpulan penelitian ini yaitu aromaterapi lavender efektiv dalam menurunkan kecemasan pada wanita menopause.Introduction: The prevalence of anxiety disorders in menopause in Central Java is 14%. Anxiety can cause menopause to become restless, experience frequent mood swings, become overly emotional if left untreated, develop anxiety disorders or depression. Non-pharmacological treatment is highly recommended to treat anxiety without significantly increasing the risk of side effects. Lavender aromatherapy is one such method. Linalool, the main active component, is thought to be responsible for the calming (anti-anxiety) effect of lavender. The purpose of this study was to determine the effectiveness of lavender aromatherapy to reduce anxiety in menopausal women at Posbindu Karya Sakti, Jatijajar Village. The method used was quantitative research with a one-group pre-test post-test design. The sample size in this study was 32 respondents using a purposive sampling technique. In analyzing bivariate data, data testing was carried out using the Paired Sample t-test with SPSS software. The results of the SPSS test obtained a p-value of 0.002. The results are less than 0.05 so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted which means there is a significant difference between the level of anxiety before and after being given lavender aromatherapy of 0.65. The conclusion of this study is that lavender aromatherapy is effective in reducing anxiety in menopausal women.
Copyrights © 2025