Latar Belakang: Jumlah lansia seluruh dunia terus bertambah, diperkirakan pada tahun 2021-2050, jumlah lansia yang berusia lebih dari 60 tahun mencapai 17%. Dengan semakin bertambahnya jumlah lansia, risiko mereka mengalami kecemasan juga meningkat. Saat ini, sekitar 10-20% lansia mengalami gangguan kecemasan. Untuk mengatasi gangguan kecemasan, bisa dilakukan dengan caara non farmakologi, salah satunya melalui brain gym. Tujuan: Mengetahui pengaruh brain gym terhadap tingkat kecemasan lansia di Desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental. Pendekatan yang digunakan desain one group prestest-pretest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 250 lansia dan sampel 17 lansia. Pelaksanaan brain gym dilakukan 2x dalam jangka 2 minggu, masing-masing sesi selama 13 menit. Analisis data yang digunakan yaitu Analisa univariat dan bivariat. Hasil: pada analisis univariat sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (76,5%), setelah dilakukan intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (58,8%). Dalam uji Wilcoxon test diperoleh hasil nilai sig.(2-tailed) (0,000) <0,05 maka Ha diterima. Kesimpula: Ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan brain gym terhadap kecemasan. Diharapkan kader posyandu mampu mengaplikasikan brain gym sebagai salah satu program rutin dalam upaya menurunkan kecemasan lansia
Copyrights © 2025