Korosi pada stainless steel adalah kromium oksida, yang terbentuk pada permukaan material karena afinitas tinggi kromium untuk bergabung dengan oksigen. Laju korosi ini akan dipengaruhi oleh media pengkorosian oleh karena itu pemilihan material yang tepat akan menghemat biaya produksi dan perawatannya sehingga mengurangi biaya produksi. Salah satu jenis material yang cukup menarik untuk diteliti adalah SS HL 201 dan SS HL 304 karena sifatnya yang tahan karat. Maka dari itu, perlu dilakukan pengujian korosi untuk mengetahui ketahanan korosi pada masing-masing material SS HL 201 dan SS HL 304. Lapisan kromium oksida ini bersifat pasif (tidak aktif secara kimiawi), kuat (melekat kuat pada permukaan baja tahan karat), dan dapat diperbarui sendirimetodologi penelitian dilakukan dengan cara korosi paksa menggunakan sistem elektrochemical dengan media larutan campuran cuka dan dan air garam, dengan variasi waktu dan tegangan yang bebeda setiap pengujiannya kemudian hasil korosinya dengan pengambilan gambar menggunakan optik dan SEM. Perhitungan penelitian dengan menggunakan rumus CR (Corrotion Rate) dimana konstanta faraday 96500 C/mol, atomic weight = 288,16 kg/mol, electron valensi 2, density material 7800 kg/m3 dan nilai berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang telah ditentukan. Pada pengujian laju korosi masing-masing plat SS HL 201 dalam sembilan kali pengujian spesimen yang diberi tegangan dari - 16 volt dengan proses oksidasi oleh media campuran larutan garam dan cuka memiliki nilai rata-rata laju korosi oksidasi oleh media campuran larutan garam dan cuka memiliki rata-rata laju korosi (corrosion rate) 1,043434386 mm3/s. Pada pengujian laju korosi setiap plat SS HL 304 dalam Sembilan kali pengujian spesimen yang diberi tegangan dari 3 – 13 volt, dengan proses oksidasi oleh media campuran larutan garam dan cuka memiliki nilai rata-rata laju korosi 0,9725707 mm3/s.
Copyrights © 2024