Artikel ini bertujuan menjelaskan dan membandingkan berbagai pendekatan hermeneutik dalam tradisi Barat dan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-komparatif terhadap literatur dan pemikiran tokoh hermeneutik seperti Schleiermacher, Gadamer, dan Fazlur Rahman. Hasil kajian menunjukkan bahwa hermeneutika Barat berkembang dari penafsiran teks menuju kritik ideologi dan refleksi eksistensial, sedangkan hermeneutika Islam berfokus pada pemahaman kontekstual dan nilai etis Al-Qur’an. Temuan ini menegaskan bahwa kedua tradisi memiliki tujuan yang sama, yaitu menggali makna teks secara mendalam, namun berbeda dalam dasar teologis dan orientasi epistemologisnya.
Copyrights © 2025