Ketidakmampuan beradaptasi secara cepat dapat menimbulkan tekanan psikologis, problematika adaptasi kultural yang dialami oleh santri baru di Pondok Pesantren Ummul Quro. Fokus utama kajian ini adalah pada tantangan yang muncul akibat perbedaan latar belakang budaya antara santri dan lingkungan pesantren, termasuk gaya hidup, kebiasaan harian, serta nilai-nilai sosial dan keagamaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santri baru serta pihak pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi budaya menjadi proses kompleks yang dipengaruhi oleh kesiapan individu, sistem pendidikan pesantren, dan dukungan sosial yang tersedia di lingkungan pondok. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa santri baru menghadapi beberapa bentuk kesulitan seperti perasaan terasing, tekanan psikologis, serta kesenjangan komunikasi antar budaya. Namun demikian, adanya orientasi program, peran senior, dan pendekatan pelatihan spiritual membantu mempercepat proses penyesuaian.
Copyrights © 2025