Perkembangan platform digital membuka peluang baru untuk penyebaran informasi kesehatan. TikTok yang menawarkan format video singkat dan jangkauan algoritma yang luas, menjadi salah satu medium yang potensial untuk memberikan edukasi mengenai tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana akun @tuberculosis.tv memanfaatkan TikTok sebagai sarana edukasi bagi Sahabat TB, mengidentifikasi strategi konten serta mengevaluasi respons audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus intrinsik. Kajian ini berlandaskan teori New Media dari Lev Manovich yang mencakup lima prinsip utama: representasi numerik, modularitas, otomatisasi, variabilitas, dan transkoding. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun, observasi konten, interaksi pada platform, serta dokumentasi pada publikasi konten. Analisis dilakukan secara tematik untuk menggali pola strategi dan dampak komunikatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa akun @tuberculosis.tv mampu mengoptimalkan fitur-fitur TikTok seperti video pendek, tren musik, caption informatif, sesi live, dan interaksi DM, serta menerapkan perencanaan konten yang melibatkan verifikasi medis. Penyajian yang ringkas, visual menarik, dan konten yang relate dengan kebutuhan audiens terbukti mendorong engagement yang tinggi (views, likes, komentar) serta memperkuat penyebaran pesan kesehatan yang mencerminkan keberhasilan akun ini sebagai media edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa jika dikelola secara terstruktur dan berbasis kebutuhan pengguna, TikTok mampu berfungsi efektif sebagai media edukasi kesehatan bagi Sahabat TB
Copyrights © 2025