Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten dalam upaya penanganan stunting. Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Meskipun angka prevalensi stunting di Provinsi Banten sempat mengalami penurunan, namun terjadi peningkatan kembali pada tahun 2023, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif untuk menanggulanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Difusi Inovasi oleh Everett M. Rogers sebagai landasan analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan narasumber dari DP3AKKB serta kader lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi kampanye perubahan perilaku, pemberdayaan posyandu, integrasi layanan melalui program Rumah Atap, kolaborasi lintas sektor, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Strategi tersebut dijalankan melalui lima tahapan difusi inovasi, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam bidang komunikasi publik dan kesehatan, serta menjadi bahan evaluasi praktis bagi DP3AKKB dalam meningkatkan efektivitas program penanganan stunting di Provinsi Banten
Copyrights © 2025