Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Preventif dalam Manajemen Risiko Kebakaran di Wilayah Permukiman Kota Padang berdasarkan tujuh indikator ISO 31000:2018 (penetapan konsep, identifikasi risiko, analisis risiko, menilai dan evaluasi risiko, mengurangi risiko, pemantauan risiko, serta komunikasi dan konsultasi) dan tiga dimensi literasi bencana yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada strategi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang dalam pencegahan kebakaran, khususnya di Kecamatan Koto Tangah sebagai wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko kebakaran oleh Damkar Kota Padang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip ISO 31000:2018. Tahapan peta konteks, identifikasi, dan pengurangan risiko masih menghadapi kendala, seperti belum tersusunnya SOP pencegahan kebakaran, belum adanya sistem klasifikasi risiko, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Di sisi lain, tingkat literasi bencana masyarakat masih rendah; Pengetahuan dan kesadaran mulai tumbuh namun keterampilan teknis seperti penggunaan APAR dan prosedur evakuasi masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem manajemen risiko melalui penyusunan SOP pencegahan kebakaran, pengembangan peta risiko berbasis GIS, pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta peningkatan kapasitas literasi bencana masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025