Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
Vol 2, No 3: Agustus 2014

KONSUMSI DI PROVINSI ACEH

Muhammad Afdhal, Sofyan Syahnur, Muhammad Nasir. (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Aug 2014

Abstract

for food, clothing, entertainment, or for other needs. Public expenditures for food, clothing, and other necessities is called the expenditure or consumption. Public consumption is influenced by many factors, including the factors of income, wealth, interest rates and inflation. This is supported by theories that have been developed by economists. The data used are secondary data by type of annual time series data from 1990 to 2012 were sourced from the Regional Development Planning Agency (BAPPEDA) Aceh Province, the Central Statistics Agency (BPS), Bank Indonesia (BI) and other supporting data obtained of journals, books and research beforehand. The variable in this study is income, wealth, interest rates and inflation and its relation to household consumption. any increase in regional per capita income of Rp 1 million Y_t it will lower household consumption C_t Rp 694.4862 billion. any increase in quasi money W_t Rp 1 billion, it will increase the consumption of Rp C_t 0.5242 billion. any increase in deposit rates r_t Rp 1% it will reduce the consumption of Rp C_t 363.7505 billion. any increase in inflation i_t Rp 1% it will increase consumption C_t Rp 40.3652 billion. Keywords: the consumption, Public, income, wealth, interest rates, inflation. Abstrak: Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang selalu berhubungan dengan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, hiburan atau untuk kebutuhan yang lain. Pengeluaran masyarakat untuk makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya tersebut dinamakan dengan pembelanjaan atau konsumsi. Konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor pendapatan, kekayaan, tingkat suku bunga dan inflasi. Hal ini didukung oleh teori yang telah dikembangkan oleh para ahli ekonomi. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan jenis data runtun waktu tahunan dari tahun 1990 sampai tahun 2012 yang bersumber dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) dan data pendukung lainnya yang diperoleh dari jurnal, buku dan penelitian sebelumnya. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan, kekayaan, suku bunga dan inflasi serta kaitannya dengan konsumsi rumah tangga. setiap kenaikan pendapatan regional per kapita Y_t sebesar Rp 1 juta maka akan menurunkan konsumsi rumah tangga C_t sebesar Rp 694.4862 miliar. setiap kenaikan uang kuasi W_t sebesar Rp 1 miliar maka akan meningkatkan konsumsi C_t sebesar Rp 0.5242 miliar. setiap kenaikan suku bunga deposito r_t sebesar Rp 1% maka akan menurunkan konsumsi C_t sebesar Rp 363.7505 miliar. setiap kenaikan inflasi i_t sebesar Rp 1% maka akan meningkatkan konsumsi C_t sebesar Rp 40.3652 miliar. Kata kunci : Konsumsi, Masyarakat, Pendapatan. Kekayaan, Suku Bunga, Inflasi.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

MIE

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program ...