Munculnya para sineas laki-laki yang memiliki perhatian khusus pada isu perempuan dan kesetaraan gender merupakan kabar yang cukup menggembirakan karena pelibatan laki-laki dalam pewujudan kesetaraan gender merupakan hal yang sangat krusial. Namun, sebuah ide yang ditampilkan pada film, tidak lepas dari pengaruh pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki oleh para sineas mengenai hal tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan teori Feminist Standpoint yang digagas oleh Sandra Hardings untuk menguraikan bagaimana ide-ide feminist dipahami dan disuarakan oleh laki-laki. Empat pintu masuk analisis pada Feminist Standpoint yaitu, strong objectivity, situated knowledge, epistemic adventage, dan power relations. Keterlibatan perempuan dalam film garapan Lucky Kuswandi yang mengangkat isu perempuan terbilang cukup dominan baik dalam produksi maupun pemeran. Hal ini menunjukkan bahwa perspektif yang dibangun berlandaskan pada objektifitas sutradara. Penggambaran situasi pengetahuan dalam perspektif sutradara laki-laki dibangun dalam perspektif kelompok-kelompok marjinal seperti perempuan imigran, etnis tionhoa, kelompok marjinal seksual.
Copyrights © 2024