Asma diidentifikasi sebagai gangguan disfungsi organik yang berkaitan dengan kondisi stres yang timbul sebagai hasil pengalaman masa lampau. Penelitian ini mencoba memahami desentisisasi sistematis dalam mengatur reaksi emosi penderita asma sebagai pendukung terhadap pengobatan medis. Desensitasi sistematis diharapkan dapat efektif untuk menurunkan aspek emosional dari penderita asma. Diasumsikan bahwa penderita asma memiliki reaksi emosi yang tinggi, terutama emosi negatif. Hal ini disebabkan adanya proses berpikir negatif yang muncul pada diri subjek dalam menilai relasi antara dirinya dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sejauhmana peran desensitisasi sistematis dalam mengatur reaksi emosi, dan menguji desensitisasi sistematis dalam mengatur reaksi emosi, dan menguji desensitisasi sistematis dalam menurunkan reaksi emosi penderita asma melalui kelompok eksperimen dan kontrol. Hasilnya kelompok eksperimen yang mendapat pelatihan desensitisasi sistematis lebih mampu menurunkan reaksi emosi daripada kelompok control yang tidak mendapat pelatihan.
Copyrights © 2002