Budaya keselamatan pasien merupakan pandangan yang diyakini oleh staf terhadap pentingnya faktor keselamatan. Pandangan ini tercermin dalam sikap, norma, dan perilaku yang ditunjukkan, serta mencakup nilai-nilai yang menjadi dasar asumsi tentang cara bertindak dalam konteks keselamatan. Sikap perawat terkait keselamatan pasien yang baik karena adanya budaya keselamatan pasien di RS yang baik pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara budaya keselamatan pasien terhadap sikap perawat di Rumah Sakit Panti Rini di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Panti Rini dengan sampel penelitian ini sebanyak 76 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah HSPSC (Hospital Survey On Patient Safety Culture) dan instrumen yang digunakan untuk menilai sikap perawat. Penelitian ini menemukan bahwa kategori budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Panti Rini tergolong kuat, dengan tingkat respons positif <75% sebesar 90,79%. Sementara itu, hampir semua perawat (98,68%) menunjukkan sikap positif, hanya sebagian kecil (1,32%) yang menunjukkan sikap negatif. Hasil uji bivariat didapatkan budaya keselamatan pasien (r=0,363, p<0,01) berhubungan dengan sikap perawat, sehingga semakin kuat dan baik budaya keselamatan pasien, semakin positif sikap perawat terhadap pengakuan dan dukungan terhadap budaya keselamatan pasien.
Copyrights © 2024