Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fenomena trio anomali pasar, yaitu January Effect, Weekend Effect, dan Day of the Week Effect terhadap return saham indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya partisipasi investor yang belum sejalan dengan performa pasar serta temuan adanya pola musiman yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan investasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain kausal menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS26. Data sekunder berupa harga saham harian dari 15 perusahaan yang konsisten berada di indeks LQ45 selama periode penelitian. Uji asumsi klasik (UJi Normalitas, Uji Multikoliniearitas, Uji Heteroskedastisitas) dilakukan sebelum pengujian hipotesis (uji t dan R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa January Effect dan Weekend Effect berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, masing-masing dengan koefisien 21,135 (p<0,001) dan 9,676 (p=0,007). Sementara itu, Day of the Week Effect berpengaruh positif namun tidak signifikan (p=0,097). Nilai Adjusted R² sebesar 0,427 menunjukkan bahwa 42,7% variasi return saham dijelaskan oleh ketiga variabel anomali musiman, sedangkan sisanya 57,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa pasar modal Indonesia, khususnya indeks LQ45, belum sepenuhnya efisien dalam bentuk lemah (weak-form efficiency), sehingga pola musiman masih dapat dimanfaatkan oleh investor dalam pengambilan keputusan investasi.
Copyrights © 2025