Penelitian ini bertujuan memahami cara pengrajin gerabah di Desa Wonorejo, Kabupaten Pekalongan, merespons perkembangan digital dan tantangan ekonomi kreatif saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap seorang pengrajin berpengalaman yang juga aktif dalam kegiatan edukasi budaya di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan gerabah masih dilakukan dengan cara tradisional yang diwariskan antar generasi. Aktivitas ini bukan hanya menjadi sumber pendapatan keluarga, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian nilai budaya lokal. Meskipun demikian, pengrajin menghadapi hambatan seperti kemampuan digital yang masih terbatas, akses pemasaran online yang kurang optimal, serta rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan usaha ini karena lebih tertarik pada pekerjaan modern berbasis teknologi. Kendati pemanfaatan teknologi belum maksimal, penelitian ini menegaskan adanya peluang besar dalam penggunaan media sosial, konten edukatif digital, dan platform e-commerce sebagai strategi promosi. Upaya tersebut dapat membantu memperkuat identitas budaya serta meningkatkan daya saing ekonomi gerabah di era digital.
Copyrights © 2025