Perubahan pola curah hujan di Kediri Raya berdampak signifikan pada sektor pertanian dan manajemen infrastruktur. Seiring beroperasinya Bandara Dhoho sebagai pusat ekonomi baru, dibutuhkan sistem prediksi cuaca yang akurat untuk mendukung kelancaran operasional dan mitigasi risiko. Penelitian ini mengusulkan model prediksi curah hujan harian menggunakan dua pendekatan: Random Forest (RF) dan Vector Autoregression (VAR). Data yang digunakan bersumber dari BMKG, mencakup suhu, kelembapan, durasi penyinaran matahari, dan kecepatan angin. Transformasi logaritmik diterapkan untuk menstabilkan fluktuasi data sebelum pemodelan. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik Mean Squared Error (MSE). Hasil menunjukkan bahwa model VAR lebih unggul dalam menangkap dinamika waktu curah hujan, sementara RF memberikan hasil prediksi yang lebih stabil. Model ini dapat dikembangkan lebih lanjut dalam sistem informasi prediksi cuaca untuk mendukung perencanaan mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya air, dan strategi operasional Bandara Dhoho. Keywords: Prediksi curah hujan, Random Forest, Vector Autoregression, Bandara Dhoho, Sistem Informasi
Copyrights © 2025