Pelayanan kesehatan primer melalui Puskesmas berperan strategis dalam menjamin akses layanan yang berkualitas, khususnya di daerah dengan keragaman geografis seperti Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara konseptual hubungan antara manajemen mutu dan tingkat kepuasan pasien Puskesmas, dengan mempertimbangkan peran konteks wilayah (perkotaan, pedesaan, dan terpencil). Menggunakan pendekatan narrative literature review, studi ini menganalisis berbagai literatur empiris dan kebijakan nasional terkait mutu layanan, serta mengintegrasikan model Donabedian dan SERVQUAL sebagai kerangka teoritik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan infrastruktur, SDM, dan akses teknologi antarwilayah memengaruhi persepsi pasien terhadap mutu layanan, yang pada gilirannya berdampak pada kepuasan dan loyalitas pasien. Analisis SWOT dan TOWS merekomendasikan strategi adaptif berbasis wilayah, termasuk supervisi jarak jauh, pelatihan kader lokal, dan pemanfaatan teknologi sederhana. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan manajemen mutu yang responsif terhadap konteks lokal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia.
Copyrights © 2025