Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk miskin, dan indeks kriminalitas terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2018–2021. Data yang digunakan merupakan data panel dari 35 kabupaten/kota yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), kemudian dipilih model terbaik melalui uji Chow dan Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Secara parsial, IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia mendorong aktivitas ekonomi daerah. Sebaliknya, jumlah penduduk miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, mengindikasikan bahwa tingginya tingkat kemiskinan menekan produktivitas dan daya beli masyarakat. Sementara itu, jumlah angkatan kerja dan indeks kriminalitas tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan peningkatan kualitas manusia dan pengentasan kemiskinan sebagai strategi utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025