Penelitian ini bernjuan untuk mengetahui tingkat konflik yang terjadi pada orangtua danmemahami resiliensi pada remaja dengan orangtua yang menglami konflik antara keluarga dan pekerjaan. Metode penggabungan antara kuantitatif dan kualitatif dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini diambil dari populasi siswa Sekolah Menengah Al Firdaus, Surakarta. Penelitian ini menggunakan skala konflik kerja-keluarga yang dianalisis dengan total skor dan menggunakan kuesioner terbuka tentang resiliensi yang dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa 52% orangtua dari populasi dalam penelitian ini memiliki konflikyang tergolong sedang, 29 % untuk kategori agak tinggi, 28% Â agak rendah, dan 2 % tinggi. Remaja dalam kondisi konflikyang dialami orangtua terkait keluarga dan pekerjaan ternyata mampu menunjukkan sikap resilien meski mengalami pengalaman-pengalaman yang buruk. Sikap resilien tersebut mencakup kemampuan bangkit kembali ketika mendapat kegagalan dan mampu mengendalikan tekanan-tekanan hidup sehingga tetap produktif.
Copyrights © 2010