Pertanian organik menjadi salah satu strategi penting dalam menjawab tantangan degradasi tanah, perubahan iklim, serta ketergantungan petani pada pupuk kimia. Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merupakan wilayah agraris dengan mayoritas petani yang masih mengandalkan pupuk kimia sebesar 300–400 kg/ha. Alhasil produktivitas pertanian pertanian cukup rendah, yakni hanya sekitar 3 ton/ha dengan frekuensi panen hanya sekali setahun. Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Pertamina EP Cepu Field menginisiasi Program PUSAKA Blora sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis perusahaan dalam membangun ekosistem pertanian organik yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di lima desa binaan. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen program, data BPS, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUSAKA Blora berhasil meningkatkan kapasitas 70 anggota kelompok tani melalui sekolah lapang, pelatihan keuangan, agroedutourism, dan pembinaan kelembagaan. Dari sisi lingkungan, penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 80–85%, kualitas tanah membaik, keanekaragaman hayati pulih dan hasilnya produktivitas pertanian meningkat mencapai 7,8 ton/ha. Program ini juga telah berhasil memperoleh sertifikasi organik INOFICE sesuai SNI 6729-2016, yang memperkuat legitimasi dan daya saing produk. Temuan ini menegaskan bahwa PUSAKA Blora telah berhasil menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, dan kolaborasi multipihak.
Copyrights © 2025