Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia memiliki perairan yang dinamis dengan gelombang laut yang dipengaruhi oleh angin monsun, arus laut, dan perubahan iklim. Informasi gelombang laut yang akurat menjadi penting untuk mendukung Operasi Keamanan Laut (Ops Kamla) TNI AL. Penelitian ini menganalisis kapabilitas Pushidrosal dalam menyajikan informasi gelombang laut melalui wawancara, kuesioner, dan analisis SWOT, dengan dukungan perangkat NVivo dan Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal, Pushidrosal memiliki kekuatan pada pengumpulan data dengan alat survei modern, kompetensi personel, pengolahan data menggunakan MIKE 21 dan ArcGIS, serta sistem penyajian data berbasis GIS yang interaktif. Kelemahan organisasi meliputi keterbatasan sistem pemantauan real-time, ketergantungan pada data pihak lain, cakupan survei terbatas, dan belum adanya rencana strategis jangka panjang. Secara eksternal, peluang muncul melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, inovasi telemetri dan big data, serta integrasi sistem operasi TNI AL, sementara ancaman berasal dari perubahan iklim ekstrem, adaptasi teknologi baru, risiko kehilangan alat, dan keterbatasan anggaran. Analisis SWOT menempatkan Pushidrosal pada kuadran II (S-T), sehingga strategi yang direkomendasikan menekankan pemanfaatan kekuatan internal untuk menghadapi ancaman eksternal, meliputi optimalisasi peralatan, penguatan kompetensi personel, dan pengembangan sistem penyajian data berbasis GIS agar informasi gelombang laut akurat, real-time, dan mendukung efektivitas Ops Kamla.
Copyrights © 2025