Keterlibatan perempuan dalam perencanaan partisipatif sangat penting bagi pembangunan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi perempuan yang memiliki peran ganda dalam Musrembang, dan untuk mengetahui penghambat partisipasi perempuan yang memiliki peran ganda dalam Musrembang. Metode kualitatif deskripsi digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat kehadiran perempuan dalam Musrembang cukup tinggi [66 persen hadir di semua pertemuan], namun partisipasi bersifat simbolis. Keterlibatan mereka terbatas pada tahap penyampaian aspirasi, sementara dalam tahap pengambilan keputusan dan evaluasi peran mereka masih marginal. Penelitian ini juga menemukan hambatan utama partisipasi perempuan dalam musrembang yakni hambatan ekternal dan hambatan internal. Hambatan ekternal seperti norma sosial patriakri, pandangan masyarakat yang meremehkan usulan perempuan, kurangnya fasilitas pendukung, dan akses informasi. Hambatan internal, yakni beban domestik yang berat, dan kurangnya kepercayaan diri.
Copyrights © 2025