Wilayah pesisisr memiliki fungsi ekologis, sosial, dan eonomi yang penting. Salah satunya melalui ekosistem mangrove. Namun, tekanan akibat alih fungsi lahan, pencemaran serta rendahnya kesadaran masyarkat menyebabkan degradasi ekosistem pesisir termasuk di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, Indramayu. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat mengenai konservasi mangrove serta Mengurangi permasalahan sampah pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kuesioner pre-test dan post-test, disertai kegiatan lapangan berupa penanaman mangrove dan aksi bersih pantai (clean-up). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2025 dengan melibatkan mahasiswa Universitas Wiralodra serta kelompok masyarakat mitra. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (84,85) memiliki wawasan cukup tentang mangrove meskipun masih lemah dalam aspek identifikasi jenis tanaman bakau secara ilmiah, Setelah kegiatan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dimana 96,97% peserta memperoleh nilai tinggi. Sedangkan dari aksi bersih pantai didapatkan dominasi sampah plastic sekali pakai sebagai ancaman utama ekosistem pesisir. Keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya bergantung pada rehabilitasi melalui penanaman tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan, pengelolaan sampah terpadu serta kolaborasi multipihak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi lingkungan sekaligus mewujudkan sinergi yang partisipatif dan berkelanjutan demi mewujudkan konservasi berbasis masyarakat.
Copyrights © 2025