Peningkatan kebutuhan energi global dan keterbatasan cadangan bahan bakar fosil mendorong upaya pengembangan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Limbah tempurung kelapa, yang banyak dihasilkan di wilayah pesisir, termasuk Teluk Tomini, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biobriket bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Pesisir Bintalahe, Kabila Bone, Bone Bolango dalam mengenal, memahami, dan memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi biobriket sebagai alternatif energi terbarukan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan biobriket oleh tim pelaksana, sosialisasi melalui pemutaran video proses pembuatan disertai pemaparan materi, serta demonstrasi penyalaan biobriket di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai tahapan pembuatan biobriket, karakteristik dan keunggulannya, seperti nyala api yang lebih lama, emisi asap rendah, ramah lingkungan, dan potensinya sebagai pengganti bahan bakar fosil. Produk biobriket yang dihasilkan mampu menyala stabil dan efisien sehingga layak digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun usaha kecil. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi biobriket dapat menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus alternatif energi bersih yang mendukung ketahanan energi lokal juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.
Copyrights © 2025