Efektivitas kebijakan remunerasi merupakan isu strategis dalam reformasi birokrasi untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara. Penelitian ini menganalisis pengaruh remunerasi finansial dan non-finansial terhadap kinerja pegawai di Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Menggunakan metode kuantitatif dengan 51 responden pegawai fungsional administrasi umum, data dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Sig. F = 0,000). Secara parsial, remunerasi finansial berpengaruh signifikan (t = 4,821, Sig. = 0,000), sedangkan remunerasi non-finansial tidak berpengaruh signifikan (Sig. = 0,567). Kontribusi kedua variabel terhadap kinerja pegawai sebesar 50,8%. Dari indikator remunerasi finansial, pembayaran remunerasi yang tepat waktu, layak, dan adil memiliki persepsi paling dominan dalam mempengaruhi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek finansial masih menjadi prioritas utama dalam memotivasi kinerja pegawai di lingkungan birokrasi. Penelitian ini memberikan dasar evaluasi kebijakan remunerasi untuk optimalisasi kinerja pegawai.
Copyrights © 2025