Sampah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan serius yang harus dikendalikan,khususnya di Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang. Timbunan sampah yang terus meningkat2-4% per tahun di Kota Palembang, dengan 70% berupa sampah organik mengakibatkanpenumpukkan di TPA. Masyarakat cenderung mencampur sampah organik dengan sampahlainnya, sehingga volume sampah harian mencapai 7 ton dan sulit untuk diolah. Kondisi inidiperburuk oleh rendahnya kesadaran warga serta keterbatasan prasarana pengolahan sampahsecara mandiri. Berdasarkan permasalahan tersebut penerapan ipteks terkait pengolahan sampahorganik menjadi eco-enzyme sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah organikrumah tangga sangat diperlukan. Teknologi ini berbasis fermentasi sisa buah, sayur dan makanansegar yang ditambahkan gula dan air menggunakan wadah sederhana seperti ember cat bekas,galon air, atau botol plastik bekas. Produk eco-enzyme yang dihasilkan bermanfaat sebagai cairanpembersih dan pupuk organik yang ramah lingkungan. Penerapan teknologi mendukung prinsipreduce, reuse dan recycle yang merupakan salah satu prinsip dari inovasi revolusi hijau. Kegiatanini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelolasampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sekaligusmenambah nilai ekonomi dari limbah organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatanpemahaman warga mengenai pemilahan sampah serta kemampuan memproduksi eco-enzymesecara mandiri. Program ini juga berkontribusi terhadap capaian SDGs 12 dan 13 serta mendukungIndikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi melalui pembelajaran berbasis proyek, keterlibatanmahasiswa dan transfer teknologi kepada mitra.Kata kunci : pengolahan, sampah, organik, eco-enzyme, inovasi, hijau
Copyrights © 2025