Kecemasan yang timbul dalam menghadapi kematian muncul karena belum adanya alasan logis dan rasional mengenai bayangan kematian. Kehidupan seorang lanjut usia penuh dengan berbagai perubahan yang sering dipandang sebagai suatu penurunan yang berkonotasi negative, yang membutuhkan suatu kemampuan dalam menghadapi, memahami dan memaknai secara tepat. Kemampuan tersebut biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan ruhaniah, yang bertumpu pada rasa cinta pada Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang negative antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Penelitian dilakukan terhadap lanjut usia yang berada di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Teknik yang digunakan adalah purposive quota sample dan metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan ruhaniah dengan skala kecemasan menghadapi kematian. Hasil analisa data dengan menggunakan korelasi product moment menunjukkan nilai r = -0.400 dengan p = 0.01 yang menunjukkan ada hubungan negative yang sangat signifikan antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian dan mempunyai sumbangan efektif sebesar 16%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan ruhaniah memberikan kontribusi sebesar 16% terhadap pengurangan kecemasan menghadapi kematian. Dengan kata lain, semakin tinggi kecerdasan ruhaniah yang dimiliki, maka semakin rendah kecemasan menghadapi kematian.Â
Copyrights © 2005