Peningkatan volume lalu lintas di Kecamatan Sunggal mengakibatkan kapasitas jalan eksisting tidak lagi memadai untuk menampung beban kendaraan yang terus meningkat. Kondisi tersebut menuntut adanya pelebaran jalan guna meningkatkan kinerja pelayanan lalu lintas. Namun, sebelum pekerjaan pelebaran dilakukan, perlu dilakukan analisis terhadap daya dukung tanah dasar untuk memastikan kemampuan tanah dalam menopang beban tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung tanah dasar terhadap rencana pelebaran jalan dengan menggunakan parameter California Bearing Ratio (CBR) dan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebagai dasar perhitungan tebal perkerasan rencana berdasarkan metode Bina Marga (2017). Metode penelitian meliputi pengambilan data CBR lapangan menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP) di beberapa titik uji pada ruas Jalan Pembangunan, Kecamatan Sunggal, serta survei lalu lintas untuk memperoleh nilai LHR. Data tersebut dianalisis untuk menentukan klasifikasi daya dukung tanah, kelas lalu lintas, dan tebal perkerasan rencana sesuai grafik desain Bina Marga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai CBR rata-rata tanah dasar sebesar 11%, yang termasuk kategori tanah dengan daya dukung baik. Nilai LHR sebesar 13.233 smp/hari menunjukkan kelas lalu lintas berat (Kelas II). Berdasarkan kombinasi CBR dan LHR, diperoleh kebutuhan tebal total perkerasan sebesar 660 mm, terdiri atas lapisan aus 100 mm, pondasi atas 200 mm, dan pondasi bawah 360 mm. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar pada lokasi penelitian masih layak untuk mendukung pelebaran jalan, dengan catatan dilakukan pemadatan ulang hingga 98% MDD, perbaikan sistem drainase, serta pemasangan geotekstil pada area dengan potensi penurunan tanah. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam perencanaan pelebaran jalan di wilayah dengan karakteristik tanah serupa.
Copyrights © 2025