Heat exchanger merupakan alat penukar kalor yang berfungsi untuk mendinginkan atau memanaskan fluida dalam berbagai aplikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, perangkat ini diterapkan pada sistem pendingin ruangan dan radiator kendaraan bermotor. Pada industri, heat exchanger berperan penting dalam menjaga temperatur fluida hidrolik tetap di bawah 50°C untuk memastikan stabilitas operasional mesin hidrolik.Penelitian ini mengkaji penerapan heat exchanger yang dipasang pada pipa masuk fluida menuju reservoir sistem hidrolik. Sistem pendinginan ini memerlukan fluida pendingin eksternal untuk menurunkan temperatur fluida kerja secara efektif. Berdasarkan analisis perpindahan panas, etilen glikol dipilih sebagai fluida pendingin optimal dengan konduktivitas termal 0,48 W/m.K, yang memberikan efisiensi pertukaran kalor yang baik.Simulasi numerik dilakukan untuk memvisualisasikan kinerja heat exchanger , meliputi simulasi aliran pada pipa dan karakteristik perpindahan panas. Hasil simulasi menunjukkan penurunan temperatur fluida kerja yang signifikan ke rentang 41-50°C. Temuan ini mengonfirmasi bahwa sistem heat exchanger mampu mempertahankan temperatur operasional fluida hidrolik dalam batas yang aman, sehingga meningkatkan stabilitas dan efisiensi kerja mesin hidrolik dalam proses produksi industri.
Copyrights © 2025