Penilaian kinerja karyawan memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di perusahaan, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait promosi, kompensasi, dan peningkatan produktivitas. Namun, dalam penerapannya, sistem ini berpotensi menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi efektivitas dan objektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko yang memengaruhi aktivitas kerja karyawan pada unit Human Capital Performance & Talent Management (HCPTM) di salah satu BUMN di Bandung, dengan fokus pada empat aspek utama: kinerja, budaya organisasi, manajemen talenta, dan pengembangan SDM. Metode yang digunakan adalah House of Risk (HOR) untuk mengidentifikasi risk event dan risk agent sekaligus menentukan strategi mitigasi prioritas, serta Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hubungan hierarki antar strategi tersebut. Data diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara. HOR fase 1 mengungkap risk agent dengan nilai ARP tertinggi, sedangkan HOR fase 2 menghasilkan strategi mitigasi yang diprioritaskan. ISM kemudian digunakan untuk menyusun struktur hubungan antar strategi mitigasi secara sistematis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan sistem penilaian kinerja yang lebih objektif, adil, dan transparan.
Copyrights © 2025