Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebosanan kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap perilaku cyberloafing pada pegawai Kantor Desa Kayu Raja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, melibatkan seluruh 37 pegawai aktif yang memiliki akses internet. Data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert 1–10 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel kebosanan kerja yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing, dengan arah koefisien negatif. Sementara itu, variabel stres kerja dan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,117 menunjukkan bahwa ketiga variabel hanya mampu menjelaskan 11,7% variasi cyberloafing, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kontrol diri, budaya digital, dan pola kerja baru seperti work from home.Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen organisasi untuk memperhatikan desain pekerjaan, variasi tugas, serta penerapan budaya digital yang sehat guna menekan perilaku cyberloafing.
Copyrights © 2025