[IN] Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1 Politeknik Negeri Bengkalis direncanakan 3 lantai dengan bentuk asimetris dan berfungsi sebagai gedung administrasi dan laboratorium, dengan kondisi wilayah Bengkalis yang berpotensi gempa sangat kecil. Berdasarkan hal tersebut, pada GKT 1 dilakukan evaluasi pada struktur kolom dengan asumsi bahwa di daerah Bengkalis terjadi peningkatan percepatan tanah puncak atau (Peak Ground Acceleration, PGA) menurut SNI 1726-2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah keandalan struktur kolom yang direncanakan stabil dari pengaruh nilai tekuk dalam menahan beban aksial maksimum yang bekerja, akibat peningkatan percepatan tanah puncak atau (Peak Ground Acceleration, PGA). Metode yang digunakan adalah metode probabilitas distribusi normal (Gaussian), yang dapat menentukan keandalan struktur kolom dalam menahan beban kerja maksimum akibat peningkatan percepatan tanah puncak atau (Peak Ground Acceleration, PGA) yang dilakukan pada GKT 1. Dengan struktur kolom yang ditinjau yaitu C27, yang merupakan kolom kritis dengan beban aksial paling maksimum (Pmaks) yang diterima. Hasil evaluasi pada kolom kritis C27, beban aksial maksimum 109,044 ton menghasilkan nilai tekuk sebesar 95,0488 mˉ² dengan keandalan 99,8% berdasarkan kondisi eksisting dilapangan, sedangkan untuk beban aksial maksimum 155,040 ton setelah diasumsikan terjadinya percepatan tanah puncak (Peak Ground Acceleration, PGA) berdasarkan SNI 1726-2019 menghasilkan nilai tekuk 97,5715 mˉ² dengan keandalan sebesar 91,9 %. [EN] Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1 Politeknik Negeri Bengkalis is designed as a three-story building with an asymmetrical shape, functioning as an administrative and laboratory facility. Considering that Bengkalis is located in an area with very low earthquake potential, an evaluation was conducted on the column structure by assuming an increase in Peak Ground Acceleration (PGA) based on SNI 1726-2019. This study aims to determine whether the reliability of the designed column structure remains stable in resisting maximum axial loads when subjected to increased soil acceleration. The method applied in this research is the normal distribution probability (Gaussian) method, which is used to assess the reliability of the column structure in withstanding maximum loads resulting from the assumed increase in PGA. The structural analysis focuses on column C27, identified as the critical column due to receiving the highest axial load (Pmax). The evaluation results show that for column C27, the maximum axial load of 109.044 tons produces a bending value of 95.0488 mˉ² with a reliability of 99.8% under existing field conditions. However, when the maximum axial load increases to 155.040 tons—based on the assumed peak ground acceleration according to SNI 1726-2019—the bending value rises to 97.5715 mˉ², and the reliability decreases to 91.9%. These findings indicate that an increase in PGA significantly affects the reliability of the column structure, although it remains within the safe category.
Copyrights © 2023