Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ideologis dalam pesantren serta mengkaji bagaimana lembaga ini membangun ketahanan terhadap infiltrasi gerakan subversif melalui pendidikan dan moderasi. Dengan menggunakan metode kajian literatur (library research) dan analisis dokumen, penelitian ini menelaah berbagai sumber akademik, laporan lembaga, dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pesantren, ideologi, dan moderasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren bukan entitas monolitik, melainkan arena kontestasi ideologi di mana arus radikal, liberal, dan moderat saling berinteraksi membentuk orientasi keagamaan santri. Gerakan subversif terbukti sering masuk melalui jalur ideologisasi dan sistem pendidikan, terutama pada lembaga yang memiliki kerentanan dalam pengawasan dan kurikulum. Paradigma pendidikan Islam berbasis nilai wasathiyyah (moderasi) terbukti menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya tahan pesantren terhadap ekstremisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi bukan sekadar strategi melawan radikalisme, tetapi juga fondasi konseptual untuk menciptakan ketahanan ideologis dan sosial di lingkungan pesantren. Implikasi hasil kajian ini mencakup perlunya integrasi nilai moderasi dalam kebijakan pendidikan Islam, penguatan jejaring pesantren moderat, serta pengembangan riset lanjutan tentang model moderasi adaptif di berbagai konteks kelembagaan.
Copyrights © 2025