Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kekuasaan, kebijakan konservasi, dan mobilisasi sosial dalam konflik perebutan akses dan penguasaan Hutan Dongi-dongi di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah, melalui perspektif Political Ecology dan Environmental Politics. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus eksploratif, melalui analisis pustaka, dokumentasi, dan interpretasi kritis terhadap teks akademik dan laporan lapangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik Dongi-dongi mencerminkan ketimpangan relasi kuasa antara negara, lembaga konservasi, dan masyarakat lokal. Pendekatan Political Ecology mengungkap proses marginalisasi dan eksklusi ekologis, sementara Environmental Politics menjelaskan munculnya gerakan sosial ekologis sebagai respons terhadap ketidakadilan lingkungan. Studi ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan harus berangkat dari kolaborasi partisipatif dan pengakuan terhadap pengetahuan lokal. Kata kunci : Ekologi Politik, Politik Lingkungan, Konflik Sumber Daya, & Keadilan Ekologis
Copyrights © 2025