Indonesia berada di wilayah dengan aktivitas seismik tinggi akibat pertemuan tiga lempeng tektonik utama, menjadikannya rawan gempa, termasuk Kota Denpasar yang berdekatan dengan Subduksi Sunda, Flores Back Arc Thrust, dan Sesar Lombok. Penelitian ini menganalisis bahaya seismik di Denpasar menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dengan perangkat OpenQuake Engine dari Global Earthquake Model. Perhitungan menghasilkan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) dan percepatan spektral (SA) pada periode 0,2 s dan 1 s, dengan periode ulang 50 tahun untuk Probability of Exceedance 2%, 5%, dan 10%. Hasil menunjukkan PGA untuk Probability of Exceedance 2%, 5%, dan 10% berturut-turut berkisar 0,474–0,483 gal, 0,344–0,349 gal, dan 0,265–0,269 gal. SA 0,2 s masing-masing 1,094–1,123 gal, 0,769–0,782 gal, dan 0,575–0,583 gal, sedangkan SA 1 s berkisar 0,278–0,285 gal, 0,197–0,200 gal, dan 0,146–0,148 gal. Nilai tertinggi terletak di Denpasar Selatan karena lokasinya yang dekat dengan zona subduksi, sedangkan terendah di Denpasar Timur, Utara, dan Barat. Hasil ini dapat menjadi acuan perencanaan tata ruang, desain bangunan tahan gempa, dan strategi mitigasi bencana.
Copyrights © 2025