Masa remaja putri merupakan fase yang rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana dan efektif, namun penerapannya masih rendah akibat kurangnya pengetahuan dan sikap positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara di SMA Advent Naripan dan SMA Advent Cimindi Bandung. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 105 siswi kelas X dan XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, Fisher’s Exact Test, dan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan setelah penyuluhan kesehatan. Di SMA Advent Naripan, skor pengetahuan meningkat dari 33,73 menjadi 35,44 (p = 0,001), dan di SMA Advent Cimindi dari 32,98 menjadi 35,00 (p = 0,001). Pada variabel sikap, SMA Advent Naripan mengalami penurunan dari 33,24 menjadi 30,96 (p = 0,026), sedangkan SMA Advent Cimindi menunjukkan sedikit peningkatan dari 29,62 menjadi 30,72 (p = 0,137). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap. Disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan, namun belum diikuti perubahan sikap signifikan. Program edukasi berkelanjutan yang menggabungkan aspek kognitif dan afektif direkomendasikan untuk memperkuat motivasi remaja putri dalam menerapkan SADARI.
Copyrights © 2025