Pantai Pasir Putih Pangandaran merupakan salah satu wilayah pesisir Indonesia yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi, khususnya invertebrata laut. Namun, kajian ilmiah terkait keanekaragaman dan pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis invertebrata laut serta menganalisis bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui eksplorasi pesisir dan wawancara. Hasil menunjukkan adanya empat filum utama, yaitu Echinodermata, Mollusca, Cnidaria, dan Arthropoda, yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan, kerajinan, obat tradisional, dan bioindikator. Temuan ini mencerminkan keterkaitan antara kekayaan biodiversitas laut dan praktik pemanfaatan berbasis pengetahuan lokal yang berpotensi mendukung konservasi berkelanjutan. Pasir Putih Beach in Pangandaran is one of Indonesia's coastal areas with high marine biodiversity, particularly marine invertebrates. However, scientific studies on species diversity and local utilization remain limited. This study aims to identify marine invertebrate species and analyze their use by local communities. A qualitative approach was applied through coastal exploration and interviews. The results revealed four main phyla: Echinodermata, Mollusca, Cnidaria, and Arthropoda, which are utilized as food, handicrafts, traditional medicine, and natural bioindicators. These findings highlight the strong connection between marine biodiversity and local ecological knowledge that supports sustainable conservation practices.
Copyrights © 2025