Penerapan jaringan 5G di Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), merupakan langkah penting dalam mengakomodasi kebutuhan akan layanan internet yang lebih cepat dan lebih andal. Namun, adopsi teknologi ini tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologinya, tetapi juga pada faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan penerimaan pengguna. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penggunaan jaringan 5G dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan jaringan 5G berdasarkan metode UTAUT-TTF. Hasil survei melibatkan 113 responden serta analisis data dilakukan menggunakan metode SEM-PLS pada pengguna jaringan 5G di Jabodetabek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai faktor dalam model integrasi UTAUT-TTF memainkan peran penting dalam menentukan adopsi teknologi 5G di wilayah Jabodetabek. Faktor-faktor seperti kondisi yang memfasilitasi, kinerja yang diharapkan, kesesuaian antara tugas teknologi, dan karakteristik teknologi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap adopsi pengguna, sementara kemudahan penggunaan dan pengaruh sosial menunjukkan pengaruh yang lebih kompleks atau tidak signifikan. Hal ini menyoroti pentingnya tidak hanya fokus pada kemudahan penggunaan teknologi, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor eksternal dan kecocokan teknologi dengan tugas-tugas spesifik yang dilakukan oleh pengguna. Dengan memahami dinamika ini, penyedia layanan serta pengembang kebijakan dan teknologi dapat lebih efektif dalam merancang strategi adopsi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna, serta memastikan bahwa infrastruktur yang mendukung tersedia dan memadai untuk mendukung penggunaan teknologi 5G secara optimal. Abstract The deployment of 5G networks in Indonesia, especially in the Jabodetabek area (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi), is a significant step in meeting the demand for faster and more reliable internet access. However, its adoption depends not only on technological capabilities but also on user perceptions and acceptance. This research explores factors influencing public adoption of 5G networks using the UTAUT-TTF method. A survey of 113 respondents in Jabodetabek was analyzed using the SEM-PLS method. The results of this study indicate that various factors in the UTAUT-TTF integration model play an important role in determining the adoption of 5G technology in the Jabodetabek area. Factors such as facilitating conditions, performance expectancy, task technology fit, and technology characteristics have a significant and positive influence on user adoption, while ease of use and social influence show a more complex or insignificant influence. This highlights the importance of not only focusing on the ease of use of technology, but also paying attention to external factors and the suitability of technology to specific tasks performed by users. By understanding these dynamics, service providers and policy and technology developers can be more effective in designing adoption strategies that are in accordance with user needs and preferences, and ensuring that supporting infrastructure is available and adequate to support optimal use of 5G technology.
Copyrights © 2025