Permasalahan utama pengembangan usaha mikro yaitu modal, Masalah yang terkait dengan permodalan adalah masalah kurangnya teknis produksi dan melemahnya kemampuan pemasaran dan manajemen produksinya. Hal ini diperlukan dukungan dari semua pihak baik perbankan dan lembaga terkait, yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro khususnya pada hal menciptakan lapangan pekerjaan dan perekonomian di Indonesiapun meningkat. Jenis dari penelitian ini menggunakan cara wawancara, Responden diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan menentukan persepsi, pendapat tentang gagasan atau topik yang dibahas untuk menentukan arah penelitian. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kesepakatan dari interview atau responden. kekuatan dari Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah lebih besar dari pada faktor kelemahannya. Kemudian hasil perhitungan tabel EFAS mendapatkan skor keseluruhan 2,98 dengan skor tertinggi dari faktor peluang sebesar 0,85 dan skor tertinggi pada ancaman yaitu sebesar 0,36. Hal ini pula menunjukkan bahwasannya faktor peluang lebih kuat dibandingkan ancaman-ancaman yang berada diluar Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah.
Copyrights © 2024