Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana kemampuan berpikir kritis mahasiswa universitas berhubungan dengan literasi digital mereka. Penelitian ini menggunakan metode korelasi secara kuantitatif. Sampling purposif digunakan untuk memilih 30 responden, yang semuanya adalah mahasiswa perguruan tinggi. Kuesioner skala Likert yang mengukur literasi digital dan kemampuan berpikir kritis digunakan untuk mengumpulkan data. Uji prasyarat analisis menunjukkan bahwa data kedua variabel terdistribusi normal, sehingga dapat dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,430 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,185, yang berarti literasi digital memberikan kontribusi sebesar 18,5% terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Nilai signifikansi sebesar 0,018 (< 0,05) menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan literasi digital dalam proses pembelajaran untuk menunjang pengembangan pola pikir kritis mahasiswa di era digital.
Copyrights © 2024