Mobilitas sosial merupakan salah satu indikator penting dalam memahami dinamika masyarakat modern, terutama ketika dikaitkan dengan persoalan ketimpangan sosial. Pendidikan, dalam hal ini, sering dipandang sebagai instrumen utama yang mampu membuka peluang bagi individu untuk mengubah status sosialnya. Namun, kenyataannya, akses pendidikan yang tidak merata justru berpotensi memperlebar jurang ketimpangan antara kelompok masyarakat yang memiliki privilese dengan mereka yang termarginalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara mobilitas sosial dan ketimpangan melalui analisis peran akses pendidikan sebagai instrumen perubahan status sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kajian literatur dan data empiris mengenai distribusi akses pendidikan di berbagai lapisan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendidikan berperan signifikan dalam meningkatkan mobilitas vertikal, kesenjangan akses yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, geografis, dan kebijakan publik masih menjadi hambatan utama. Dengan demikian, pendidikan hanya dapat berfungsi optimal sebagai instrumen mobilitas sosial apabila tersedia akses yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya merumuskan kebijakan yang lebih responsif dalam mengatasi ketimpangan sosial melalui pemerataan akses pendidikan.
Copyrights © 2025