Penelitian ini berfokus pada kajian miskonsepsi dalam pembelajaran geometri, khususnya pada materi bangun datar dan bangun ruang di tingkat SMP. Melalui telaah buku teks matematika SMP dan padanannya, publikasi ilmiah, serta temuan penelitian terdahulu, digunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka.Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa kesalahpahaman penting, seperti: (1) definisi layang-layang yang salah, yaitu didefinisikan sebagai segi empat dengan dua pasang sisi berhadapan yang sama panjang, padahal definisi yang benar adalah dua pasang sisi yang bersebelahan sama panjang; (2) klasifikasi prisma dan tabung yang salah, sehingga menimbulkan kesalahpahaman bahwa tabung merupakan bagian dari prisma; (3) pemahaman volume yang kurang, hanya sebatas menghafal rumus tanpa memperkuat dasar-dasar tentang volume; dan (4) kesalahpahaman representasi akibat penggunaan notasi matematika yang sangat tidak konsisten.Kesalahpahaman ini dapat mengganggu pemahaman siswa tentang geometri dan mempersulit mereka untuk belajar di tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan, seperti pembuatan definisi yang jelas, notasi standar, penggunaan alat bantu visual, dan teknik pengajaran yang mengutamakan pemahaman konseptual. Guru dan penulis buku teks dapat memanfaatkan wawasan ini untuk membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sukses
Copyrights © 2025