Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya filsafat pragmatisme dalam membentuk arah pendidikan modern yang berfokus pada pengalaman nyata dan kebermanfaatan praktis. Masalah yang muncul adalah perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana aliran pemikiran pragmatisme memengaruhi praktik pendidikan, khususnya dalam konteks Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji fondasi pemikiran pragmatis, menelaah pendekatan pendidikan yang lahir dari aliran tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran. Metode penelitian menggunakan studi historis dan eksplorasi filosofis dengan menganalisis naskah, literatur, serta konsep-konsep yang dikembangkan tokoh utama pragmatisme, yakni John Dewey, Charles Sanders Peirce, dan William James. Analisis teoritik digunakan untuk menafsirkan relevansi gagasan tersebut dengan praktik pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pragmatisme, dengan penekanan pada pengalaman, relevansi kontekstual, dan orientasi pada pemecahan masalah, memberikan landasan penting bagi pengembangan metode pembelajaran aktif dan partisipatif. Dalam konteks Indonesia, pengaruhnya tampak pada penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman, integrasi ilmu dengan kehidupan nyata, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, pemikiran pragmatisme juga memiliki jangkauan luas dalam bidang pedagogi sains, pembelajaran bahasa, kesehatan mental, hingga manajemen krisis, sehingga memperkuat signifikansi filsafat ini bagi dunia pendidikan dan praktik sosial secara lebih luas.
Copyrights © 2025