Pengajian rutin merupakan tradisi keagamaan yang berperan penting dalam menjaga identitas religius sekaligus memperkuat keharmonisan sosial masyarakat. Namun, partisipasi generasi muda yang menurun serta tantangan modernisasi mendorong perlunya penguatan fungsi pengajian melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah mendeskripsikan bentuk dan pelaksanaan pengajian rutin di Dusun Wates, menganalisis implikasinya terhadap kehidupan sosial-keagamaan, serta menegaskan kontribusinya dalam membangun solidaritas sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan diskusi bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengajian rutin tidak hanya memperkuat dimensi spiritual masyarakat, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial melalui tradisi kas bersama, konsumsi bergilir, serta keterlibatan aktif laki-laki, perempuan, dan mahasiswa KKN. Kehadiran mahasiswa turut memfasilitasi regenerasi dengan menarik minat remaja untuk berpartisipasi lebih aktif. Dengan demikian, pengajian rutin di Dusun Wates terbukti efektif sebagai sarana penguatan ukhuwah, gotong royong, dan keharmonisan sosial masyarakat desa.
Copyrights © 2025