Puisi Irak Kontemporer banyak merefleksikan realitas sosial yang dibentuk oleh konflik berkepanjangan. Di tengah peristiwa itu, Gulala Nouri seorang penyair Irak memberikan atensi terhadap peristiwa tersebut melalui puisi-puisinya. Dalam puisi berjudul “Wa iżā sa'alaka ‘ibāduka ‘annī” merefleksikan realitas sosial Irak di tengah konflik yang penuh penderitaan. Penelitian ini bertujuan menyingkap makna-makna laten dalam teks puisi dengan menggunakan teori semiotika Michael Riffaterre. Analisis dilakukan melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, serta penulusuran matriks, model, hingga hipogram yang membentuk struktur makna puisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa, puisi ini mengartikulasikan nilai kemanusiaan berupa ungkapan doa yang berisi keluh kesah dan harapan kepada Tuhan. Dengan demikian, puisi Nouri tidak hanya mereprsentasikan pengalaman personal, tetapi juga suara bangsa Irak yang terbungkus dalam bahasa estetis, sekaligus menghadirakn nilai kemanusiaan di tengah situasi penuh kekerasan.
Copyrights © 2025