Artikel ini mengkaji puisi Tamim al-Barghouti yang berjudul “Ayyuha an-Naas”. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Michael Riffaterre, yaitu dengan cara melakukan pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik atau retroaktif dan penentuan matriks dari puisi tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa puisi Ayyuha an-Naas dalam pembacaan heuristik masih rancu, belum teratur maknanya. Dalam pembacaan hermeneutik atau retroaktif, dengan menentukan model, matriks, dan hubungan aktual dalam puisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa salah satu model dalam puisi tersebut ada dalam kalimat “wahai manusia, kalian adalah pemimpin”, adapun matriks dalam puisi “Ayyuha an-Naas” adalah “karakter seorang pemimpin”.
Copyrights © 2022