Penelitian ini berfokus pada analisis pengendalian kualitas pada produk Mie Lidi di UMKM Sukarasa Snack Kab. Tasikmalaya. Cacat yang dihasilkan selama proses produksi dan distribusi memiliki rata rata persentase 8% dengan estimasi kerugian finansial sebesar Rp. 93.002500 dalam kurun waktu 5 tahun seiring dengan penurunan produksi setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix Methods dengan menggunakan alat analisa data Seven Tools dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang bertujuan untuk mencari akar penyebab permasalahannya serta memberikan rekomendasi perbaikkan untuk produk UMKM Sukarasa. Hasil penelitian menyatakan bahwa cacat produk tertinggi di bagi kedalam dua penyebab, pertama pada proses produksi dengan cacat remuk produk sebanyak 295 pack dengan persentase cacat 64%, kedua pada proses distribusi dengan cacat produk kemasan rusak sebanyak 285 pack dengan persentase 81% pada tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan pengendalian kualitas produk, seperti menerapkan SOP secara tertulis dan tidak tertulis, misalnya pada saat sebelum mulai bekerja dilakukan brieffing Pelatihan tenaga kerja perlu diterapkan khususnya untuk tim produksi agar dapat mengurangi human error dan meningkatkan kompetensi kerja, sehingga akan berdampak pada kualitas produk yang sesuai dengan keinginan konsumen.
Copyrights © 2025